DIY : Memasang Booster Rem dan Prinsip Kerja booster rem Charade G100 ( CX )

Sistem rem pada kendaraan merupakan salah satu komponen penting keamanan dalam berkendara, tidak berfungsinya rem dapat menimbulkan bahaya. Maka dari itu penting sekali dalam pekerjaan membongkar, memeriksa, menyetel dan memperbaiki serta merakitnya dengan secermat mungkin.




Adapun fungsi dari sistem rem itu sendiri adalah : 

  1. Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan kendaraan. 
  2. Mengontrol kecepatan selama berkendara. 
  3. Untuk menahan kendaraan pada saat parkir dan berhenti pada jalan yang menurun atau menanjak. 

Prinsip kerja sistem rem adalah mengubah tenaga kinetik menjadi panas dengan cara menggesekkan dua buah logam pada benda yang berputar sehingga putarannya akan melambat.




Oleh sebab itu komponen rem yang bergesekan ini harus tahan terhadap gesekan (tidak mudah aus), tahan panas dan tidak mudah berubah bentuk pada saat bekerja dalam suhu tinggi.
Untuk mengetahui kinerja sistem rem yang sudah di lengkapi dengan power booster cukup mudah dan bisa kita lakukan sendiri tanpa membutuhkan mekanik khusus/mekanik ahli jelas dalam tips yang disampaikan oleh joker-cnc.


Booster rem bekerja berdasarkan kevakuman intake manifold mesin yang berarti apabila mesin hidup maka booster rem bekerja dan apabila mesin mati maka booster rem tidak dapat bekerja atau tidak dapat membantu meringankan beban pedal rem. Booster rem memperingan kerja pedal dengan meningkatkan tenaga pengemudi empat sampai lima kali lipat.



Berikut cara untuk menguji kinerja booster rem: 
  1. Pertama, mesin tetap dalam kondisi mati. 
  2. Kedua, injak pedal rem dan tahan dengan kuat. 
  3. Ketiga, hidupkan mesin dan biarkan dalam kondisi mesin stabil. 
  4. Keempat, kemudian Anda akan merasakan rem akan bergerak masuk seolah-olah ambles ketika mesin nyala dan berhenti tidak sampai posisi ambles penuh. 
Hal tersebut menandakan booster rem bekerja baik yakni begitu mesin nyala maka akan membantu sistem pengereman, ditandai dengan posisi rem yang sedikit ambles. Apabila booster rem tidak bekerja maka begitu mesin nyala rem tidak ambles atau menandakan booster rem rusak.

(kpl/abe)


sumber : http://www.otosia.com
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIY : PEMASANGAN BOOSTER 

Tanda tanda kerusakan booster  : 
  1. Saat mesin dihidupkan kemudian pedal rem di injak terdengan bunyi desis angin dari sekitar bawah seter 
  2. diikuti rem bagel / keras dan tidak berfungsi maksimal , saat posisi mobil jalan pedal rem di injak tidak langsung berhenti tapi ngeloyor dan kurang pakem 
  3. dan rpm turun dikarenakan adanya kebocoran udara vacum pada membran booster 

sebelum memastikan booster rusak lakukan juga pemeriksan pada selang vacum , biasanya ada kebocoran pada selang tersebut di tandai dengan desisan udara pada sekitar selang , maka anda bisa menggantinya dengan selang gas elpiji dan valve didalam selang lama dipindah dimasukan ke selang gas elpiji dengan posisi arah sedotan ke arah intake manifold




Ada perbedaan di arah lubang selang Vacum booster menuju intake manifold 

Posisi ada di bawah setir , posisi cukup menyulitkan sehingga perlu pengaturan posisi tubuh 


untuk mengganti booster , tidak perlu dilakukan pengurasan tabung minyak master rem 
   
Setelah baut master rem terlepas , maka tinggal menggesernya untuk mengeluarkan booster rem 


Pada saat memasukan booster rem masuk melalui lubang anda harus memastikan ujung nya masuk ke bagian pedal rem dengan benar dan lakukan penyetelan , setelah pas bisa langsung melakukan pengencangan baut sesuai langkah kebalikan dari saat melakukan pembongkaran 
walapun ada perbedan arah selang vacum booster masih bisa terpasang




Dibuat oleh : djanoear 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
PRINSIP KERJA BOOSTER 


  • Saat bebas

  • Tidak ada gaya tekan pedal maka pegas rekasi mendorong katup pengendali ke arah katup udara menutup dan katup vakum membuka
  • Saluran vakum terbuka maka ruang A berhubungan dengan ruang B
  • Tekanan diruang A maka ruang B, tekanan seimbang ñ tidak ada rekasi gaya dorong torak
  • Pegas pengembali mampu menekan torak pada posisi belum bekerja

Saat Direm


  • Gaya pedal rem pegas reaksi katup vakum menutup saluran vakum torak boster batang dorong dan torak silinder master
  • Saat katup vakum menutupsaluran vakum katup udara membuka saluran udara akibatnya ruang A tidak ada hubungan dengan ruang A
  • Ruang A berhubungan dengan tekanan vakum dan ruang B berhubungan dengan tekanan atmosfir ( udara ) PB>PA ada rekasi gaya dorong kearah torak silinder master ( boster bekerja )
“ Gaya Pengereman = Gaya dorong pedal + Torak Boster“

Saat Pedal Rem Lepas Injakan


  • Jika tidak ada gaya dorong pedal, pegas katup pengendali mendorong katup pengendali ke arah katup udara menutup udara sehingga saluran vakum
  • Ruang A berhubungan dengan ruang A kembali , ruang B = ruang A = tekanan vakum reaksi gaya dorong torak hilang karena tekanan di depan dan dibelakang torak seimbang
  • Pegas pengembali torak boster terus mendorong pada posisi tidak direm
  • Jika melepas injakannya sedikit ( saat pedal rem ditekan ), gerakan kembali katup pengendali terhenti dan torak terus bergerak hingga saluran vakum tertutup lagi ruang B kembali berhubungan dengan tekanan atmostfir è tekanan ke torak silinder master dipertahankan sesuai kehendak sopir

Sumber : http://xtop-gear.com