Daihatsu Club Plant Visit

26 Mei 2016 Astra Daihatsu Motor Asembly Sunter Jakarta .

50 Tahun Daihatsu

Sesi pemotretan mobil daihatsu Charade

KOPDARNAS I MAGELANG

Sabtu, 8 Juni 2013 Tempat : GOR Samapta, Magelang. OUTDOOR : Lap parkir Sidotopo.

Musyarah Nasional I

Minggu,17 Juni 2012- Gedung Pusdiklat PU jl. Riau / JL RE Martadinata no. 119 Bandung / depan gedung Wanita

GO GREEN

“Go Green”, penanaman 500 pohon dilakukan di daerah Pasir Jambu Ciwidey Kabupaten Bandung, Minggu 25 November 2012.

KOPDARNAS II SEMARANG

Sabtu dan Minggu 28-29 Nopember 2015, di Taman Wisata Wonderia Kota Semarang.

MUNAS III SUBANG

Minggu , 28 Agustus 2016 di Lembah Gunung Kujang Hotel Subang

Daihatsu Club Auto Clinic 2017

Sabtu, 18 Maret 2017 Daihatsu Technical Training Center

110 Sahabat Mudik Daihatsu

Sabtu , 17 Juni 2017 Astra Daihatsu Motor

Sahabat Mudik Daihatsu 2018

14 Klub Binaan Daihatsu Mudik Bareng

HUT 7th dan MUNAS IV SOLO

Hotel Salira Solo 18 November 2018

Showing posts with label Rem / Brake. Show all posts
Showing posts with label Rem / Brake. Show all posts

Wednesday, February 13, 2013

DIY : Mengganti Selang vacum booster rem

Gbr Charade G100 ( CX )

Pada sistem rem , selang vacum booster ini menghubungkan antara booter rem dengan intake manifold . Beberapa masalah yang timbul dari rusaknya selang booster ini adalah : 

  • Rem bagel / keras 
  • mesin sering mati 
  • stasioner mesin drop 
hal ini disebabkan ada nya kebocoran udara yang masuk ke dalam intake manifold melalui selang vacum booster rem . untuk itu harus diganti dengan yang baru . 
Terlihat selang vacum booster retak sehingga bocor 
Siapkan Selang LPG bekas yang masih bisa di pakai 
Belah selang vacum booster yang rusak dengan menggunakan gergaji besi dan ambil pentil / One way Valve  perhatikan dan tandai arah pentil dari booser menuju intake manifold 

masukkan pentil ( one way valve )  kedalam selang LPG sesuai arah sodatan udara yg sudah ditandai tadi karena jika pemasangan terbalik maka rem anda tidak akan berfungsi 
   
Sudah terpasang , nyalakan mesin dan kemudian coba rem , jika tidak berfungsi bisa dipastikan pemasangan one way valve terbalik 

 Semoga bermanfaat 

Dibuat Oleh : Wahyu Permana C2W 0023 dan djanoear 

Monday, February 11, 2013

DIY : Memasang Booster Rem dan Prinsip Kerja booster rem Charade G100 ( CX )

Sistem rem pada kendaraan merupakan salah satu komponen penting keamanan dalam berkendara, tidak berfungsinya rem dapat menimbulkan bahaya. Maka dari itu penting sekali dalam pekerjaan membongkar, memeriksa, menyetel dan memperbaiki serta merakitnya dengan secermat mungkin.




Adapun fungsi dari sistem rem itu sendiri adalah : 

  1. Untuk mengurangi kecepatan sampai menghentikan kendaraan. 
  2. Mengontrol kecepatan selama berkendara. 
  3. Untuk menahan kendaraan pada saat parkir dan berhenti pada jalan yang menurun atau menanjak. 

Prinsip kerja sistem rem adalah mengubah tenaga kinetik menjadi panas dengan cara menggesekkan dua buah logam pada benda yang berputar sehingga putarannya akan melambat.




Oleh sebab itu komponen rem yang bergesekan ini harus tahan terhadap gesekan (tidak mudah aus), tahan panas dan tidak mudah berubah bentuk pada saat bekerja dalam suhu tinggi.
Untuk mengetahui kinerja sistem rem yang sudah di lengkapi dengan power booster cukup mudah dan bisa kita lakukan sendiri tanpa membutuhkan mekanik khusus/mekanik ahli jelas dalam tips yang disampaikan oleh joker-cnc.


Booster rem bekerja berdasarkan kevakuman intake manifold mesin yang berarti apabila mesin hidup maka booster rem bekerja dan apabila mesin mati maka booster rem tidak dapat bekerja atau tidak dapat membantu meringankan beban pedal rem. Booster rem memperingan kerja pedal dengan meningkatkan tenaga pengemudi empat sampai lima kali lipat.



Berikut cara untuk menguji kinerja booster rem: 
  1. Pertama, mesin tetap dalam kondisi mati. 
  2. Kedua, injak pedal rem dan tahan dengan kuat. 
  3. Ketiga, hidupkan mesin dan biarkan dalam kondisi mesin stabil. 
  4. Keempat, kemudian Anda akan merasakan rem akan bergerak masuk seolah-olah ambles ketika mesin nyala dan berhenti tidak sampai posisi ambles penuh. 
Hal tersebut menandakan booster rem bekerja baik yakni begitu mesin nyala maka akan membantu sistem pengereman, ditandai dengan posisi rem yang sedikit ambles. Apabila booster rem tidak bekerja maka begitu mesin nyala rem tidak ambles atau menandakan booster rem rusak.

(kpl/abe)


sumber : http://www.otosia.com
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIY : PEMASANGAN BOOSTER 

Tanda tanda kerusakan booster  : 
  1. Saat mesin dihidupkan kemudian pedal rem di injak terdengan bunyi desis angin dari sekitar bawah seter 
  2. diikuti rem bagel / keras dan tidak berfungsi maksimal , saat posisi mobil jalan pedal rem di injak tidak langsung berhenti tapi ngeloyor dan kurang pakem 
  3. dan rpm turun dikarenakan adanya kebocoran udara vacum pada membran booster 

sebelum memastikan booster rusak lakukan juga pemeriksan pada selang vacum , biasanya ada kebocoran pada selang tersebut di tandai dengan desisan udara pada sekitar selang , maka anda bisa menggantinya dengan selang gas elpiji dan valve didalam selang lama dipindah dimasukan ke selang gas elpiji dengan posisi arah sedotan ke arah intake manifold




Ada perbedaan di arah lubang selang Vacum booster menuju intake manifold 

Posisi ada di bawah setir , posisi cukup menyulitkan sehingga perlu pengaturan posisi tubuh 


untuk mengganti booster , tidak perlu dilakukan pengurasan tabung minyak master rem 
   
Setelah baut master rem terlepas , maka tinggal menggesernya untuk mengeluarkan booster rem 


Pada saat memasukan booster rem masuk melalui lubang anda harus memastikan ujung nya masuk ke bagian pedal rem dengan benar dan lakukan penyetelan , setelah pas bisa langsung melakukan pengencangan baut sesuai langkah kebalikan dari saat melakukan pembongkaran 
walapun ada perbedan arah selang vacum booster masih bisa terpasang




Dibuat oleh : djanoear 

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
PRINSIP KERJA BOOSTER 


  • Saat bebas

  • Tidak ada gaya tekan pedal maka pegas rekasi mendorong katup pengendali ke arah katup udara menutup dan katup vakum membuka
  • Saluran vakum terbuka maka ruang A berhubungan dengan ruang B
  • Tekanan diruang A maka ruang B, tekanan seimbang ñ tidak ada rekasi gaya dorong torak
  • Pegas pengembali mampu menekan torak pada posisi belum bekerja

Saat Direm


  • Gaya pedal rem pegas reaksi katup vakum menutup saluran vakum torak boster batang dorong dan torak silinder master
  • Saat katup vakum menutupsaluran vakum katup udara membuka saluran udara akibatnya ruang A tidak ada hubungan dengan ruang A
  • Ruang A berhubungan dengan tekanan vakum dan ruang B berhubungan dengan tekanan atmosfir ( udara ) PB>PA ada rekasi gaya dorong kearah torak silinder master ( boster bekerja )
“ Gaya Pengereman = Gaya dorong pedal + Torak Boster“

Saat Pedal Rem Lepas Injakan


  • Jika tidak ada gaya dorong pedal, pegas katup pengendali mendorong katup pengendali ke arah katup udara menutup udara sehingga saluran vakum
  • Ruang A berhubungan dengan ruang A kembali , ruang B = ruang A = tekanan vakum reaksi gaya dorong torak hilang karena tekanan di depan dan dibelakang torak seimbang
  • Pegas pengembali torak boster terus mendorong pada posisi tidak direm
  • Jika melepas injakannya sedikit ( saat pedal rem ditekan ), gerakan kembali katup pengendali terhenti dan torak terus bergerak hingga saluran vakum tertutup lagi ruang B kembali berhubungan dengan tekanan atmostfir è tekanan ke torak silinder master dipertahankan sesuai kehendak sopir

Sumber : http://xtop-gear.com

Friday, February 8, 2013

DIY : Mengganti Kabel Rem Tangan Charade G100 dan G102 ( CX , Classy dan Winner )



Rem Parkir digunakan saat kendaraan pada posisi berhenti atau parkir , rem parkir ini digunakan untuk mobil penumpang dan niaga kecil


Rem tangan atau handrem sangat penting saat kita parkir mobil, apalagi jika kita parkir kendaraan di daerah turunan atau tanjakan dan di atas gedung, rem tangan mutlak diperlukan.

Pada tuas rem tangan mobil terdapat gerigi untuk mengunci posisi rem, adanya gigi ini akan berhubungan dengan jumlah klik yang terdengar ketika kita menarik tuas hand rem. 

Untuk jumlah bunyi klik yang aman berada di antara 6 sampai 9 terdengar bunyi klik ketika menarik tuas rem. Di atas sembilan klik, rem tangan akan terasa lebih tinggi dan rawan dengan rem blong saat parkir.



Cara kerja rem parkir tipe roda belakang dengan rem model tromol 
Dengan ditariknya tuas rem parkir, maka kabal rem parkir akan menarik tuas sepatu rem dan shoe strut, sehingga sepatu rem menjadi mengembang dan menahan tromol rem untuk tidak berputar


untuk cara penyetelan rem tangan sudah pernah disampaikan sebelumnya Klik Disini 

Jika sudah dilakukan penyetelan tetapi hasilnya kurang maksimal maka anda bisa melakukan pemeriksaan terhadap ketebalan atau kondisi kabel rem tangan yang mana bisa dimungkinkan putus . berikut caranya

  •  Buka baut konsole box 
  • Congkel tempat Uang koin dengan menggunakan obeng min

  • Buka baut dengan Kunci Shock 10mm
  • Setelah konsole terbuka , lepas plat cover penutup pengait kabel rem tangan 
  • setelah terbuka terlihat posisi pengait sudah tidak seimbang bisa dipastikan kabel rem tangan sebelah kanan terlepas di bagian tromol 
Tromol Roda Charade CX ( G100 )
  • buka ban dan tromol  
Charade CX ( G100 )

  • setelah dilakukan pemeriksaan terlihat kabel putus pada bagian tromol untuk itu kita harus melakukan penggantian . 
Harga kabel rem tangan yang digunakan adalah part Charade Classy Rp.115.000  ( toko part di Malang ) jika dipasang pada Charade CX lebih panjang sedikit 

manual book kabel rem tangan 




Untuk mengganti kabel rem tangan , harus diperhatikan betul keselamatan kerja , karena posisi ada dibagian bawah , pastikan mobil sudah di ganjal sehingga tidak bisa bergerak maju ataupun mundur . gunakan dongkrak 2 buah satu sebagai pengaman atau jika ada balok kayu atau stand  



Buka baut 10mm 
Baut penahan Plat 

plat tidak berbaut , bisa di renggangkan dan setelah terpsang dirapatkan kembali



Charade Classy 
Setelah terpasang lakukan penyetelan rem tangan kembali 



Semoga bermanfaat 


Dibuat oleh : Dany Purna Putra ( C2W 0008 ) dan Djanoaer


Tuesday, October 23, 2012

Pemeriksaan Permukaan Minyak Rem


Pemeriksaan Permukaan Minyak Rem
  1. Periksa bahwa tinggi permukaan minyak rem dan master silinder adalah di antara garis MAX dan MIN.
  2. Jika tinggi permukaan minyak rem dibawah atau dekat garis MIN, periksa kemungkinan terdapat kebocoran pada sistem hidrolis dan tambahkan minyak rem hingga garis MAX.
  3. Jangan menggunakan minyak rem yang telah lama disimpan karena minyak rem adalah bahan yang mudah dipengaruhi cuaca. Jangan lupa menutup dan memberi perapat pada tutup tempat minyak rem.
  4. Usahakan agar reservoir master silinder tidak kemasukkan kotoran.
  5. Bersihkan setiap minyak rem yang mengenai bagian yang bercat karena minyak rem akan merusak cat.
Komponen sistem rem
Tinggi permukaan minyak rem menurun walaupun tidak ada kebocoran
Pipa-pipa rem dan rem piringan menjadi aus karena pemakaian rem. Sebagai akibat mekanisme rem piringan yang dapat menyetel dengan sendirinya, kapasitas silinder kaliper bertambh dengan bertambahnya keausan dari pad rem piringan dan piston terdorong keluar. Kemudian minyak rem mengalir dari master silinder ke silinder roda sehingga menyebabkan turunnya tinggi minyak rem di dalam reservoir. Karena itulah perlu diperiksa secara berkala tinggi permukaan minyak rem dan kalau perlu ditambah.



Sumber : m-edukasi.net 


Komponen Rem


Komponen Rem
  1. Pedal rem
  2. Boster rem
  3. Master silinder
  4. Katup P
  5. Flexible hose
  6. Tuas rem parkir/rem tangan
  7. Rem cakram
  8. Rem tromol
Komponen sistem rem
  1. Pedal Rem adalah komponen pada sistem rem yang dimanfaatkan oleh pengemudi untuk melakukan pengereman.
  • Fungsi pedal rem memegang peranan yang penting didalam sistem rem. Tinggi pedal harus dalam tinggi yang ditentukan. Jika terlalu tinggi, diperlukan waktu yang lebih banyak bagi pengemudi untuk menggerakkan dari pedal gas ke pedal rem, yang mengakibatkan pengereman akan terlambat. Sebaliknya jika tinggi pedal terlalu rendah, akan membuat jarak cadangan yang kurang yang akan mengakibatkan gaya pengereman yang tidak cukup.
  • Pedal Rem juga harus mempunyai gerak bebas yang cukup. Tanpa gerak bebas ini, piston master silinder akan selalu terdorong keluar dimana mengakibatkan rem akan bekerja terus dikarenakan adanya tekanan hidrolis yang terjadi pada sistem rem.
  • Disamping itu, harus terdapat jarak cadangan pedal yang cukup pada waktu pedal rem ditekan; kalau tidak akan terdapat
Pedal rem

  1. Booster rem merupakan satu komponen pada sistem yang dipasangkan menjadi satu dengan master silinder dan setelah pedal rem, yang berfungsi untuk mengurangi tenaga yang diperlukan pengemudi dalam pengereman.
  • Booster rem yaitu karena adanya kevakuman dari intake manipol.
  • Komponen – komponen boster rem :
    1. Piston;
    2. Diaphragm spring;
    3. Push rod;
    4. Diaphragm;
    5. Air cleaner element;
    6. Vacuum.
    Booster rem

  1. Master Silinder mengubah gerak pedal rem ke dalam tekanan hidrolis. Master silinder terdiri dari resevoir tank yang beri minyak rem, demikian juga piston dan siliner yang membangkitkan tekanan hidrolis.
  • Master silinder ada 2 type yaitu :
    1. Tipe Tunggal : Tipe plungger, Tipe konvensional dan tipe portles;
    2. Tipe Ganda : Tipe ganda konvensional dan tipe double konvensional.
    Master silinder

  1. Katup P (Propotioning Valve/Katup Pengimbang) berhubung rem depan membutuhkan tenaga pengereman yang lebih besar dari rem – rem belakang sehubungan dengan pemindahan berat kendaraan yang terjadi pada waktu melakukan pengereman yang kuat.
Katup P

  1. Flexible hose/slang flesible menghubungkan pipa rem dan rem roda untuk mengimbangi gerakan suspensi.
  • Pipa – pipa rem berfungsi untuk menyalurkan minyak rem dari master silinder ke ke rem.
  • Flexible hose

  1. Tuas rem parkir/rem tangan dan kable rem tangan berfungsi untuk mengerem roda – roda belakang secara mekanis melalui batang penghubung dan kabel – kabel. Juga untuk parkir kendaraan pada jalan turun / mendaki.
Tuas rem tangan

  1. Rem Cakram/Rem Piringan untuk memberi gaya pengereman kepada roda – roda depan.
  • Rem piringan walaupun banyak jenis rem piringan prinsip kerjanya adalah bahwa sepasang pad yang tidak berputar menjepit rotor piringan yang berputar menggunakan tekanan hidrolis, menyebabkan terjadinya gesekan yang dapat memperlambat atau menghentikan kendaraan.
  • Rem piringan efektif karena rotor piringannya terbuka terhadap aliran udara yang dingin dan karena rotor piringan tersebut dapat membuang air dengan segera. Karena itulah gaya pengereman yang baik dapat terjamin walau pada kecepatan tinggi. Sebaliknya berhubung tidak adanya self servo effect, maka dibutuhkan gaya pedal yang lebih besar dibandingkan dengan rem tromol. Karena alasan inilah booster rem biasanya digunakan untuk membantu gaya pedal.
  • Bagian – bagian rem piringan :
    1. Pen Utama dipasang pada plat penahan memberi tempat bagi kaliper dan memungkinkan silinder bergerak mundur maju di dalam bushing. Pen diberi perapat untuk mencegah masuknya debu dan air;
    2. Pad Rem Piringan menjepit rotor piringan dengan menggunakan piston pada silinder guna menciptakan gesekan yang menyebabkan terjadinya pengereman;
    3. Rotor Piringan dipasang pada hub as, berputar bersama roda;
    4. Lobang Pembuang untuk membuang udara yang masuk kedalam kedalam saluran udara;
    5. Kaliper Rem Piringan melindungi piston dalam silinder dan menekan pad terhadap rotor piringan tatkala piston terdorong oleh tekanan hidrolis;
    6. Sub Pen yang terpasang pada plat torgue, bersama – sama denga pen utama, memberi tempat kepada silinder dan memungkinkan silinder bergerak mundur maju melalui bushing;
    7. Plat Penahan terpasang pada bagian dari as, menunjang gerakan silinder yang terjadi pada saat pad menjepit rotor piringan.
    Rem cakram

  1. Rem Tromol memberikan tenaga pada roda – roda belakang baik secara hidrolis maupun mekanis.
  • Fungsi Rem Tromol menggunakan sepasang sepatu yang menahan bagian dalam dari tromol yang berputar bersama – sama dengan roda, untuk menghentikan kendaraan. Walaupun terdapat berbagai cara pengaturan sepatu rem, jenis leading dan trailing yang paling banyak dipakai pada kendaraan penumpang dan kendaraan komersial.
  • Rem Tromoltahan lama karena adanya tempat gesekan yang lebar diantara sepatu dan tromol, tetapi penyebaran panas agak lebih sulit dibanding dengan rem piringan karena mekanismenya yang agak tertutup. Karena itu rem tromol hanya dipakai pada roda – roda belakang yang tidak begitu banyak memerlukan tenaga pengereman.
  • Bagian – bagian rem tromol :
    1. Plat penahan dipasang pada rumah as belakang bertugas menahan silinder roda dan sepatu rem bagian yang tidak berputar;
    2. Silinder roda menekan sepatu rem pada tromol dengan tekanan hidrolis master silinder;
    3. Pegas pembalik sepatu menarik sepatu rem ke posisi semula untuk membebaskannya dari tromol sesaat injakan pedal dilepaskan;
    4. Sepatu rem ditekan terhadap bagian dalam tromol;
    5. Pen pegas penahan sepatu;
    6. Tromol rem yang dipasang pada poros as, berputar bersama – sama roda;
    7. Tuas sepatu rem tangan menekan sepatu pada tromol;
    8. Tuas penyetel.
    Rem tromol