Daihatsu Club Plant Visit

26 Mei 2016 Astra Daihatsu Motor Asembly Sunter Jakarta .

50 Tahun Daihatsu

Sesi pemotretan mobil daihatsu Charade

KOPDARNAS I MAGELANG

Sabtu, 8 Juni 2013 Tempat : GOR Samapta, Magelang. OUTDOOR : Lap parkir Sidotopo.

Musyarah Nasional I

Minggu,17 Juni 2012- Gedung Pusdiklat PU jl. Riau / JL RE Martadinata no. 119 Bandung / depan gedung Wanita

GO GREEN

“Go Green”, penanaman 500 pohon dilakukan di daerah Pasir Jambu Ciwidey Kabupaten Bandung, Minggu 25 November 2012.

KOPDARNAS II SEMARANG

Sabtu dan Minggu 28-29 Nopember 2015, di Taman Wisata Wonderia Kota Semarang.

MUNAS III SUBANG

Minggu , 28 Agustus 2016 di Lembah Gunung Kujang Hotel Subang

Daihatsu Club Auto Clinic 2017

Sabtu, 18 Maret 2017 Daihatsu Technical Training Center

110 Sahabat Mudik Daihatsu

Sabtu , 17 Juni 2017 Astra Daihatsu Motor

Sahabat Mudik Daihatsu 2018

14 Klub Binaan Daihatsu Mudik Bareng

HUT 7th dan MUNAS IV SOLO

Hotel Salira Solo 18 November 2018

Showing posts with label Pengapian. Show all posts
Showing posts with label Pengapian. Show all posts

Monday, September 20, 2021

Tips Untuk Menghemat BBM Pada Charade

 Entah seberapa sering kawan2 pengguna caharade di grup2 FB, WA atau Telegram menanyakan tentang “Apakah Charade Saya Irit?”. Biasanya dimulai dengan perbandingan pembelian BBM dengan jarak yang telah ditempuh. Saya mendapatkan banyak jawaban dari member grup tersebut dengan berbagai saran dan juga kritik. Tak jarang pula yang melucu. “Kalau mau irit, sering bawa tidur aja gan…” begitu kira-kira, hahaha… cukup bikin tersenyum. Hiburan di grup-grup memang perlu ya.

Tapi tahukah om dan tante semua, apa saja yang bisa bikin Caharade kita irit? Berikut saya rangkum dari pengalaman pribadi saya menggunakan Charade Classy lebih dari 15 tahun. Semoga membantu memberi pencerahan ya.

 

1. Gunakan spuyer standar. Charade Classy yang saya tau stelan  spuyer diantara 95 main jet 1 dan 140.di main jet 2. Ini moderat sih, bisa cek setelah penggunaan beberapa puluh kilometer dan bandingkan dengan nilai stelan lainnya.

2. jangan lupa sering2 bersihkan filter udara. Karbu perlu nafas lega, jika filter udara kotor maka aliran udara segar akan terganggu, dan mobil kita bisa jadi “bergejala pilek” hehehe. Jangan mengganggap sepele persoalan filter udara. Fungsi filter udara adalah sebagai penyaring angin yang masuk ke ruang bakar. Jika filter udara  ini diperhatikan lebih serius, jelas akan lebih mendongkrak performa mesin dan bikin hemat bensin. Kini banyak modifikasi filter udara, diantaranya mengganti kertas membran dengan plat stainless stell yang punya kerapatan antara 40-50 mikron yang bisa bikin charade kita bernafas lega seperti habis menghisap permen mint. Dari pada harus rutin ganti filter rutin setiap 25.000 km sekali, mending ganti dengan yang stainless steel. Jika pemasangannya bagus, kita cukup rajin mencuci dan keringkan, begitu seterusnya selama belum rusak, masih bisa dipakai.

3. Menghindari cara mengemudi agresif. Biasanya pengemudi agresif akan sering-sering menginjak pedal gas terlalu dalam. Menginjak pedal gas sepanjang jalan agar tidak perlu menurunkan gigi menjadi hal yang seringkali dilakukan. Bukannya mengurangi, hal ini justru membuat mesin mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak. Gunakan pedal gas dengan halus, artinya kita  tidak melaju kencang secara tiba-tiba. Sebaliknya, kecepatan yang tinggi bisa dicapai dengan cara bertahap. Bukan hanya membuat bensin lebih irit, namun hal ini juga menjadikan mesin awet.

4. Hindari kemacetan. Kondisi jalanan yang macet otomatis memaksa kendaraan lebih banyak diam dan mesin tetap saja nyala, sehingga bahan bakar terbuang percuma. Ini menjadi problematika mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Sebagai solusinya, Anda bisa mencari waktu yang tepat untuk bepergian guna menghindari jalanan macet. Saat ini banyak kendaraan model terbaru telah dilengkapi dengan system Eco idle. Yaitu mode mati mesin ketika berhenti lama, saat macet atau di lampu merah yang lumayan lama hijaunya.

5. Gunakanlah perseneling gigi yang tepat. Salah satu kunci berkendara hemat bahan bakar adalah selalu menggunakan gigi yang sesuai dengan kecepatan. Hal ini bertujuan menghindari mesin berputar terlalu tinggi sehingga menyedot lebih banyak bahan bakar. Mengendarai caharade dengan gigi rendah secara terus menerus atau dengan gigi tinggi ketika melintasi daerah perbukitan atau menanjak akan membuat konsumsi bahan bakar berlebih. Maka dari itu, supaya mobil irit bahan bakar, alangkah baiknya menyetel persneling yang tepat. Seperti ketika mobil sedang menanjak gunakan persneling 1 dan 2.

6. Kontrol RPM. Umumnya, torsi paling efisien berada pada kisaran putaran 2.000-3.000 putaran per menit. Lebih baik jaga kecepatan mesin pada angka itu, jangan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Suplay bensin ke ruang bakar akan meningkat ketika putaran mesin terlalu tinggi. Jika terlalu rendah, maka perlu menginjak pedal gas lebih dalam untuk menambah kecepatan. Ini jelas akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar di ruang bakar.

7. Nyalakan AC secara bijak. Penggunaan AC gak terlepas dari aktivitas berkendara. Apalagi, iklim tropis Indonesia memaksa pengemudi untuk terus menyalakan AC sepanjang perjalanan. Padahal penggunaan AC pada mobil berpengaruh signifikan terhadap konsumsi bahan bakar. Supaya lebih hemat bahan bakar, cara yang dapat ditempuh adalah dengan bijak menggunakan AC. Jika dirasa suhu di dalam kabin masih memadai, ada baiknya jika AC gak perlu digunakan terlebih dahulu.

8. Hindari beban bawaan terlalu berat. Semakin banyak barang yang dibawa, semakin berat beban yang diemban mobil kita. Supaya charade kita hemat BBM, singkirkan barang-barang yang gak perlu. Beban yang terlalu berat juga akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar kendaraan. Konon, setiap tambahan beban sebesar 50 kg dikatakan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 2%. Jadi, sangat disarankan untuk membawa barang sesuai kebutuhan, terutama untuk perjalanan jarak dekat. Nah, beda ya kalo kita sedang turing. Kalo turing ini pasalnya kesenangan, jadi jangan mikirin beban bensin, jalan aja, yang penting happy.

9. Memanaskan mobil jangan terlalu lama. Memanaskan mesin sudah menjadi kebiasaan kita sebelum menggunakan kendaraan. Bahkan gak sedikit pemilik kendaraan yang menghangatkan mesin mobilnya dalam waktu yang lama. Padahal cara tersebut akan membuat BBM terbuang percuma. Saya biasanya memanaskan hanya 2 menit saja, sampae terdengan suara mesin halus karena oli sudah terisi di ruang mesin. Beda lah dengan mobil kekinian, teknologi mobil sudah sangat canggih, cuman perlu memanaskan kendaraan selama kurang lebih 30 detik sampai 1 menit sebelum beraktivitas.

10. Periksa tekanan angin pada  ban secara rutin. Hindari tekanan angin pada ban yang terlalu rendah. Ikuti tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Sejak menggunakan Classy, saya gunakan tekanan 34 bar, rekan yang lain mungkin beda. Ban yang dipompa dengan tekanan yang tepat akan memiliki kemampuan untuk menempuh jarak yang lebih jauh dengan jumlah bahan bakar yang sama. Tapi ban yang kekurangan angin bisa menciptakan rolling resistance atau hambatan gulir lebih besar dari semestinya. Hal ini disebabkan permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih besar. Akibatnya laju mobil jadi terhambat sehingga menjadi boros.

11. Servis lah Charade kita secara rutin. Pemeliharaan berkala wajib dilakukan jika ingin BBM di charade kita efisien. Pasalnya dengan melakukan perawatan rutin maka performa kendaraan akan selalu optimal, karena kotoran pada busi, koil dan part lainya akan dibersihkan, praktis akan mempercepat putaran mesin sehingga semakin besar tenaganya dan semakin besar penggunaan kecepatannya. Yang tak kalah pentingnya, gunakan part yang direkomendasikan. Jika ingin memodifikasi mesin dengan beberapa penambahan silakan saja. Misalnya menggunakan alat penambah daya pengapian untuk memperbesar arus listrik ke ruang mesin agar pembakaran lebih optimal. Classy saya sih masih original, tanpa ada penambahan apa-apa.

12. Gunakan  oli yang baik dan terstandarisasi. Jangan gunakan oli bermerk asal, yang penting murah. Hal ini akan mempengaruhi kinerja mesin. Saya pernah kecewa karena titipkan Classy saya di bengkel untuk ganti oli sekaligus filter oli, biasanya saya ganti oli sendiri di rumah, tapi untuk ganti filter saya selalu ke bengkel. Kekecewaan saya karena pemilik bengkel tanpa konfirmasi mengganti merk oli yang biasa saya gunakan dengan merk baru. Walhasil, kinerja classy saya menjadi berat dan sangat berpengaruh pada konsumsi bensin. Jakarta-Bandung via tol biasa saya bisa sampe 1:15 atau 1:17, namun kali ini hanya 1:10. Langsung saya buang olinya dan ganti dengan yang biasa saya gunakan. Ada yang tanya juga, yang cocok buat charade oli seperti apa? Sebaiknya yang standar pertamina saja 20w 50, atau kalau mau lebih encer silakan aja misalnya 15w 50 atau 10w 40. Ada rupa ada harga. Untuk daerah dengan suhu yang rendah bisa gunakan 15w 50 atau 10w 40, tapi untuk daerah dengan suhu panas seperti Jakarta atau Surabaya cukuplah dengan 20w 50.

 

Nah, itu dulu ya sharing dari saya, masih banyak sih yang sebenarnya menjadi faktor iritnya BBM charade kita. Silakan om dan tante share juga pengalamannya. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.


Salam Sahabat 

Sanusi C2W-654

Tuesday, February 19, 2013

GANGGUAN YG SERING TJD PD KONDENSOR

Kondensor merupakan komponen sistem pengapian yang terdapat (menempel) pada bodi distributor.
Gangguan yang sering terjadi pada kondensor antara lain:

1) Kondensor putus atau bocorKondensor sering putus karena kabel kondensor tertarik saat melepas kondensor. Jika kabel kondensor putus maka kondensor tidak dapat berfungsi sehingga percikan api pada kontak pemutus besar, permukaan cepat terbakar, usia kontak platina singkat. Selain itu adanya percikan api pada kontak platina membuat waktu pemutusan lama sehingga induksi koil rendah, dan akibatnya tegangan yang dihasilkan menyebabkan percikan api pada celah busi tidak stabil, mesin sulit hidup, pembakaran tidak sempurna bahkan dapat pula tegangan yang dihasilkan tidak mampu meloncati celah busi sehingga tidak ada percikan api pada busi dan mesin tidak dapat hidup.
Untuk memeriksa kondensor putus atau tidak dapat menggunakan dua cara yaitu dengan baterai dan dengan ohm meter.
a) Memeriksa kondensor putus atau tidak menggunakan baterai, Caranya:
  • Hubungkan bodi kondensor dengan (-) baterai dan kabel kondensor dengan (+) baterai beberapa saat,
  • Hubungkan kabel kondensor ke bodi kondensor, bila ada percikan berarti kondensor tidak putus atau bocor.
b) Memeriksa kondensor putus atau tidak menggunakan ohm meter, caranya;
  • Hubungkan colok (-) ohm meter ke bodi kondensor dan colok (+) ohm meter ke kabel kondensor,
  • Perhatikan penunjukan jarum ohm meter, jika kondensor tidak bocor maka: jarum penunjuk akan bergerak sedikit kemudian kembali ke tak hingga,
  1. Untuk mengulangi pengukuran buang dahulu muatan kondensor, dengan cara; menghubungkan kabel ke bodi kondensor.
2) Kapasitas kondensor tidak tepatKapasitas kondensor yang terlalu kecil menyebabkan kondensor tidak mampu menyerap semua induksi primer koil sehingga percikan api pada permukaan kontak tetap besar, platina aus/kotor/terbakar, kecepatan perubahan kemagnetan rendah, arus induksi pada sekunder koil juga rendah, percikan api busi rendah.
Kapasitas kondensor yang terlalu besar menyebabkan arus primer tidak cepat penuh, sehingga kemagnetan rendah, induksi tegangan tinggi rendah, percikan api rendah. Hal itu terutama terjadi pada putaran tinggi, dimana pada saat tersebut waktu yang tersedia untuk mengalirkan arus primer semakin kecil, sehingga belum sampai kondensor tuntas membuang muatan platina sudah tertutup lagi.

Ciri dari pemakaian kondensor dengan kapasitas yang tidak tepat adalah adanya bisul pada permukaan kontak platina. Contoh dari akibat pemakaian kapasitas kondensor yang terlalu kecil ditandai dengan adanya bisul pada permukaan kontak yang bergerak (+) dan adanya lubang pada permukaan kontak yang diam (-). Sebaliknya, pemakaian kapasitas kondensor yang terlalu besar ditandai dengan adanya bisul pada permukaan kontak yang diam (-) dan adanya lubang pada permukaan kontak yang bergerak (+).

Pemakaian Kondensor Dengan Kapasitas Tidak tepat


Untuk memeriksa kapasitas kondensor dapat menggunakan multi meter atau kondensor tester. Cara memeriksa kapasitas kondensor yaitu, sebagai berikut:

  • Pasang kondensor tester yaitu kabel merah pada terminal distributor dan hitam ke bodi distributor (bila kondensor kondisi terlepas maka kabel merah ke kabel kondensor dan kabel hitam ke bodi kondensor).
  • Putar selektor alat ke tanda mikro farad. Baca hasil pengukuran pada skala ukur mikro farad.
  • Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai standar kondensor (nilai kapasitas kondensor biasanya terdapat pada bodi kondensor).
Sbr : http://itemaguz.blogspot.com

Gangguan yang Sering Terjadi pada Platina

Platina merupakan komponen yang sering mengalami gangguan, sehingga menyebabkan percikan api busi menjadi kecil akibat tegangan induksi koil kecil. Gangguan atau permasalahan yang sering terjadi pada koil antara lain:
  • Kontak permukaan yang kurang baik, kontak permukaan yang kurang baik menyebabkan luas permukaan kontak menjadi kecil, permukaan kontak cepat terbakar, kotor, aliran arus primer kecil, tegangan induksi koil pengapian menjadi kecil, sehingga api busi menjadi kecil.
Contoh Posisi Kontak Platina

  • Permukaan kontak kotor atau terbakar, menyebabkan tahanan bertambah, aliran arus primer kecil, tegangan induksi kecil, api busi kecil.
  • Rubbing block aus, menyebabkan perubahan celah kontak pemutus mengecil, percikan api pada kontak menjadi besar, sudut dwell membesar sehingga koil cepat panas dan saat pengapian menjadi terlalu maju. Rubbing block yang telah aus menyebabkan penyetelan celah maupun cam dwell angle (CDA) tidak dapat optimal. Untuk mencegah rubbing block supaya tidak cepat aus maka perlu diperhatiakan pelumasan pada nok pemutus arus.
Keausan Rubbing Block

  • Sekerup pengikat kontak pemutus arus aus atau kendor menyebabkan perubahan celah kontak pemutus mengecil, percikan api pada kontak menjadi besar, sudut dwell membesar sehingga koil cepat panas dan saat pengapian terlalu maju.
  • Terdapat bisul pada permukaan kontak platina akibat pemakaian kapasitas kondensor yang tidak tepat.
  • Penyetelan celah platina atau sudut dwell yang tidak tepat, dimana jika celah terlalu kecil, saat platina membuka listrik induksi primer tetap meloncat pada kontak platina, perubahan kemagnetan kecil sehingga induksi kecil, selain itu celah yang kecil menyebabkan sudut dwell besar, platina menutup menutup lebih lama dari seharusnya, koil menjadi panas dan induksi koil lemah. Sebaliknya jika celah platina terlalu besar menyebabkan sudut dwell kecil, waktu platina menutup menjadi singkat, arus primer yang mengalir menjadi kecil dan kemagnetan kecil, induksi yang dihasilkan koil kecil juga.
  • Pegas kontak pemutus arus lemah dapat menyebabkan kontak platina melayang saat putaran tinggi, sudut dwell menjadi kecil saat putaran tinggi demikian juga tegangan induksi yang dihasilkan.
Memeriksa Pegas Platina

  • Kabel platina hubung singkat dengan bodi platina akibat isolator terbuka maupun isolator terminal kabel platina rusak, sehingga meskipun platina terbuka, arus primer tetap mengalir, tidak ada induksi pada koil, tidak ada api dibusi, mesin mati dan koil panas.
  • Kabel platina putus maupun permukaan kontak platina terselip kotoran sehingga tidak ada arus primer yang mengalir, tidak ada kemagnetan, tidak ada induksi, tidak ada percikan api, mesin tidak dapat hidup.

Cara Menguji Kemungkinan Platina Hubung Singkat dan Putus atau Permukaan Kontak Platina Terganjal Kotoran

Untuk memeriksa dari kemungkinan platina hubung singkat dan putus atau permukaan kontak platina terganjal kotoran, dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Putar poros engkol sampai platina membuka
  • Pasang volt meter pada terminal (-) koil dan massa
  • Putar kunci kontak pada posisi ON
  • Amati volt meter, jika volt meter menunjukan 12 volt, berarti baik. Namun bila volt meter menunjukan 0 volt berarti terjadi hubung singkat pada kabel ke platina maupun pada platina atau dikarenakan tidak ada arus listrik dari baterai karena kabel atau kunci kontak tidak berfungsi.
Menguji Hubungan Singkat pada Platina
  • Matikan kunci kontak, putar poros engkol sehingga platina menutup
  • Amati hasil pengukuran, bila volt meter menunjukan 12 volt berarti hubungan ke platina putus atau kontak platina terganjal kotoran. Jika hasil pengukuran menunjukan 0 volt berarti baik.
sbr : http://itemaguz.blogspot.com